mesin-cuci-2-tabung

Gangguan Umum Pada Mesin Cuci 2 Tabung (lanjutan)

Mempunyai keterampilan untuk memperbaiki alat elektronik termasuk mesin cuci bisa menjadi skill yang cukup berguna. Dengan mereparasi sendiri kerusakan ringan pada perangkat elektronik Anda tentunya Anda bisa menghemat ongkos perbaikan pada tukang service. Nah, untuk menambah wawasan Anda, berikut ini adalah kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada mesin pencuci dengan 2 tabung.

Jenis Gangguan pada mesin cuci 2 tabung
Beberapa gangguan memang bisa dilakukan perbaikan sendiri, tetapi beberapa harus dilakukan oleh para profesional. Nah, inilah beberapa hal yang sering menjadi masalah pada mesin pencuci dengan 2 tabung sekaligus penyebabnya.
1. Air pada tabung bocor
Bila terjadi masalah yang demikian mungkin karet penutup pembuangan tersumbat oleh kotoran yang bisa berupa uang koin, jarum, atau yang lainnya. Selain itu bisa saja penutup pembuangan air tidak lagi elastis atau malah sobek, serta per spiral penekan karet sudah patah.
2. Air tak bisa dibuang dari dalam tabung
Gangguan ini terjadi umumnya karena tuas penarik pada tombol drain sudah patah atau bahkan tombolnya sendiri sudah pecah. Kotoran atau uang koin yang menyumbat saluran pembuangan juga bisa menjadi penyebab air tak bisa keluar ke saluran pembuangan.
3. Pengering tak bisa berputar serta dinamo tak merespon sama sekali
Penyebab dari kerusakan ini adalah tidak tersambungnya sensor switch pada penutup bak pengering, terdapat kabel yang putus, atau timer yang mungkin rusak.
4. Pengering tak bisa berputar dan hanya ada suara dengung dari dinamo
Kondisi pada mesin cuci ini disebabkan secara umum karena tali rem tromol atau tuas yang terdapat pada dinamo di bagian penutup tabung sudah patah atau putus. Selain itu bisa juga seling remnya macet karena berkarat.
5. Pengering hanya bisa berputar lemah saat diberi beban
Pada seluruh motor penggerak yang menggunakan kapasitor, kasus yang sering terjadi adalah berkurangnya kapasitas sehingga gulungan dinamo menjadi short. Jika kondisi ini dipaksakan maka bagian tersebut bisa mengalami kebakaran atau putus.
6. Tabung pengering tak berputar dengan stabil
Hal ini bisa disebabkan oleh kecerobohan pengguna yang tak meletakkan pakaian pada tabung dengan merata. Selain itu masalah-masalah yang dipicu oleh spare part yang rusak adalah, per balancing pada kaki dinamo pengering sudah patah, skrup sudah kendor, sela robek atau bos pada komponen tersebut memang lepas dari karetnya. Kondisi tersebut harus segera diatasi agar tak menimbulkan masalah yang lebih besar seperti seal tidak awet atau yang paling parah adalah tabung pengering bengkok hingga tabung patah.

Pemicu lainnya dari permasalahan ini adalah ada kain yang terlempar keluar dari tabung pengering karena saat proses pengeringan tabung tak ditutup. Kain ini bisa masuk pada tabung bagian luar dan melilit as tabung pengering. Dengan demikian as menjadi macet.

Beberapa  tips bagi Anda agar mesin cuci bisa berfungsi dalam jangka waktu yang lama adalah, saat mesin sedang dalam proses pencucian sebaiknya posisi selang pembuangan tak dinaikkan. Dengan demikian bila terjadi kebocoran Anda bisa segera mengetahuinya. Akibat lain yang mungkin terjadi bila selang dinaikan saat proses sedang berlangsung adalah air akan menggenang pada tabung pengering bila terjadi kebocoran pada karet penutup pembuangan air. Genangan ini bisa menetes pada dinamo sehingga memicu korsleting.

Biasakan untuk mempelajari buku petunjuk penggunaan agar Anda tahu pasti cara memperlakukan mesin cuci Anda. Penggunaan dan perawatan yang tepat akan membuat mesin awet dan tak mudah rusak.

Share this Post!

About the Author : admin

0 Comment