kompor high pressure

Kompor Gas High-Pressure: Cocok untuk Siapa?

Saat ini sudah ada banyak jenis kompor. Ada yang menggunakan bahan bakar gas ada juga yang menggunakan bahan bakar listrik. Ada jenis yang low-pressure, dan ada juga jenis yang menggunakan teknologi high-pressure. Pada dasarnya, kedua jenis teknologi tersebut memiliki kelebihan dan juga kelemahan masing-masing. Kedua jenis alat tersebut sama-sama dinilai aman dan layak pakai. Untuk Anda yang sedang memiliki kebutuhan untuk membeli alat baru demi kepentingan memasak di rumah dan sedang bingung diantara pilihan kompor yang menggunakan teknologi low-pressure atau high-pressure, Anda perlu menyimak penjelasan di bawah ini.

Perbedaan Kompor Gas High-Pressure dan Low-Pressure
Pada dasarnya, yang dimaksud dengan sistem tekanan tinggi biasanya memiliki tekanan di atas ½ PSI atau bahkan bisa juga sampai pada level tekanan 30 PSI. Sistem high-pressure seperti ini biasanya banyak ditemukan di sebagian besar kompor jenis portabel yang biasa banyak digunakan oleh para campers. Logika dasarnya adalah, semakin tinggi tekanan gas, maka semakin besar pula pengiriman panas kepada wadah. Walaupun dalam perhitungan sebenarnya, hal ini dipengaruhi juga oleh ukuran burner yang digunakan pada ala masak tersebut.

Katup gas sistem pemanas pada kompor umumnya tidak dapat digunakan pada level tekanan yang sebesar ini, karena tidak ada bagian konversi yang penting di dalam alat high-pressure yang juga berfungsi sebagai sistem pengaman kalau tekanan yang digunakan untuk pemanas sudah bertekanan lebih dari ½ PSI. Sehingga kesimpulannya adalah, alat memasak biasa tidak mampu mengeluarkan tingkat kepanasan dan efisiensi pembakaran yang mampu dihasilkan oleh kompor high-pressure. Butuh teknologi khusus untuk dapat menggunakan teknologi kompor high-pressure secara aman. Kalau teknologi seperti ini diterapkan kepada alat memasak biasa tanpa ada sistem konversi pengaman, bisa terjadi ledakan.

Sistem yang digunakan pada jenis high-pressure memang lebih canggih daripada sistem yang digunakan untuk kompor low-pressure. Maka tidak aneh kalau kompor bertekanan tinggi tersebut juga lebih sulit ditemukan dan juga dijual dengan harga yang pada umumnya lebih mahal daripada kompor gas biasa yang memiliki tekanan rendah. Alat bertekanan tinggi juga agak berbeda dan sedikit lebih sulit untuk digunakan untuk orang yang terbiasa mengoperasikan jenis bertekanan rendah dan tidak mengerti bagaimana sistem operasi jenis bertekanan tinggi tersebut seharusnya dijalankan. Oleh karena itu, sebaiknya orang yang awam tidak mencoba melakukan hal ini tanpa bimbingan.

Siapa yang Cocok Menggunakan Kompor High-Pressure
Pada dasarnya, tidak ada peraturan yang menentukan siapa saja yang boleh memakai tipe bertekanan tinggi tersebut dan siapa yang tidak boleh memakainya. Asalkan Anda yakin Anda bisa menggunakannya secara baik, maka Anda bisa mencari penjual yang menyediakan tipe high-pressure dan membelinya. Tetapi kalau secara umum, alat jenis ini lebih direkomendasikan untuk industri yang butuh menggunakan alat yang memiliki tingkat kepanasan yang tinggi untuk memanaskan cairan. Contoh industri seperti ini adalah produsen bir. Kalau Anda membutuhkan alat untuk pemakaian di rumah saja, sebaiknya gunakan saja jenis tekanan rendah yang lebih mudah dan aman untuk dipakai.

Satu hal lagi yang perlu diperhatikan mengenai jenis alat tekanan tinggi tersebut adalah bahwa penggunaannya tidak direkomendasikan untuk membakar daging seperti steak, atau juga digunakan sebagai oven untuk memanggang pizza. Alat bertekanan tinggi dan juga yang bertekanan rendah masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri, kemudian ada juga manfaat masing-masing yang cocok untuk kebutuhan tertentu. Dalam membeli kompor, hal yang paling penting untuk Anda pertimbangkan adalah masalah kebutuhan memasak Anda dan juga masalah keamanan.

Share this Post!

About the Author : admin

0 Comment