Mengenal Refrigerant pada Air Conditioner

Mengenal Refrigerant pada Air Conditioner

AC sebagai alat elektronik yang bekerja untuk pendinginan ruangan memiliki berbagai komponen, fitur dan kesatuan lain di dalamnya yang sangat berpengaruh. Dengan adanya proses yang di lakukan secara bersamaan maka akan membuat udara dingin tersebar ke seluruh ruangan. Siklus kerja ini harus di lengkapi dengan kelebihan pada masing-masing komponen yang akan mengeluarkan hasil lebih maksimal. Salah satu yang paling penting dalam Air Conditioner ini yaitu Refrigerant. Dengan adanya
refrigerant ini maka AC akan mudah mengeluarkan hawa dingin dan sejuk. Untuk itu perlu pemilihan bahan refrigerant yang akan di gunakan agar udara tersebut benar-benar sehat dan bermanfaat bagi semua orang.

Beberapa refrigerant pada Air Conditioner yang banyak di gunakan

Refrigerant merupakan fluida yang berfungsi untuk mendinginkan lingkungan dengan suhu yang rendah juga membuang panas ke daerah bersuhu tinggi. Dalam Air Conditioner refrigerant ini menggunakan

beberapa kandungan yang sering di gunkan dengan manfaat-manfaat yang berbeda-beda, seperti :

• CFC Atau Freon

CFC sangat berperan penting dalam sistem refrigerant ini. kelebihan yang di beiannya yaitu tidak mudah terbakar, stabil, kompetebel dan tidak beracun. Namun karena sudah di ketahui dampaknya bagi lingkungan terutama merusak lapian ozon, maka AC yang memakai CFC ini langsung di tinggalkan.

• Hidrokarbon

Setelah itu refrigerant mulai di sediakan hidroharbon sebagai bahan untuk mengeluarkan dingin pada AC. Banyak sekali hidrokarbon yang sudah di tawarkan dan di pilih konsumen seperti propane (R-290), Isobutana (R-600a) maupun n-butana (R-600). Kelebihan yang diberikannya yaitu ramah lingkungan yang tidak akan merusak lapisan ozon, karakteristik perpindahan kalor yang baik dan kerapatan fase uap yang rendah.

Kedua bahan itu sering di gunakan pada refrigerant dalam Air Conditioner. Namun karena belum tahunya masyarakat terhadap bahan tersebut, maka lebih di kenal pemakaiannya yaitu Freon. Jadi para konsumen bisa memilihnya sesuai dengan keinginan yang tidak akan merusaklingkungan.

Sifat refrigerant pada Air Conditioner

Refrigerant ternyata memiliki sifat tersendiri yang harus di penuhi untuk melengkapi kebutuhan pada mesin pendingian atau Air Conditioner. Sehingga udara yang akan di keluarkan pun bisa sesuai dengan apa yang di inginkan pemakai.

• Pengembunan yang tidak tinggi

Jika pengembunan ini terlalu rendah maka perbandingan kompresirnya menjadi rendah. Dengan tekanan kerja yang di hasilkan rendah, mesin AC akan lebih aman sehingga kan terhindar dari kebocoran, ledakan dan kerusakan lainnya.

• Penguapan harus tinggi

Pada refrigerant harus memiliki temperaur yang tinggi sehingga tidak akan terjadi turunnya efesiensi pada evaporator.

• Volume spesifik yang kecil

Ketika penguapan besar dan volume spesifiknya kecil maka penggunaan kompresor akan lebih kecil. Tapi untuk unit air sentrifugal yang kecil harus menggunakan volume spesifik yang lebih besar. Sehingga dapat menaikan jumlah gas yang bersirkulasi.

• Konduktivitas termal tinggi

Jika konduktivitas termalnya tinggi maka akan pula menetukan karakteristik perpindahan kalor yang sesuai.

• Refrigerant stabil

Kinerja dari reprifgerant ini harus stabil dan tidak mudah bereaksi dengan bahan dan material yang di gunakan. Sehingga ini tidak akan menyebabkan berkarat atau korosi. Juga tidak boleh beracun dan bau yang tidak sedap. Yang paling penting tidak boleh mudah terbakar dan meledak.

Sifat-sifat tersebut memang harus terdapat pada refrigerant pada Air Conditioner. Sehingga AC tersebut bisa mengeluarkan udara dengan kinerja yang semaksimal mungkin. Dengan pemilihan bahan refrigerant yang tepat maka akan menjadikan ruangan lebih segar, bersih dan sehat.

Share this Post!

About the Author : admin

0 Comment