hemat energi

Tips Menggunakan Dispenser Agar Hemat Listrik

Bagi setiap rumah terutama di kota-kota besar perangkat elektronik water dispencer atau dispenser memang sudah sangat dikenal luas. Saat ini mungkin bahkan sudah jarang Anda temui orang memasak air untuk memenuhi kebutuhan akan air minum. Mungkin karena alasan ingin air minum yang lebih steril banyak orang yang lebih memilih AMDK atau air minum dalam kemasan yang dijual dalam bentuk botol galon air. Dengan demikian mau tak mau tentu Anda juga harus memiliki dispenser ini.

Bila Anda memilih dispenser yang dapat mengalirkan air panas memang untuk membuat suhu air menjadi tinggi dibutuhkan daya listrik yang besar, yaitu berkisar antara 320 watt sampai 500 watt. Besarnya watt itu bukan dikarenakan nilai pemakaian listriknya tetapi lebih kepada ketersediaan daya listrik pada rumah Anda. Dengan kebutuhan dispenser untuk memanaskan air sebesar 400 watt maka pada rumah Anda diperlukan paling kurang daya sebesar 900 watt atau 880 VA. Inilah sebabnya beberapa rumah dengan daya listrik yang kecil tak dapat menggunakan dispenser.

Waktu pemanasan air dalam dispenser juga berkaitan dengan besarnya watt. Semakin tinggi watt pada suatu produk dispenser maka kecepatannya dalam memproses air panas juga menjadi lebih cepat. Ini tentu bisa membantu untuk rumah-rumah yang mempunyai penghuni bayi atau balita karena setiap saat harus membuat susu hangat. Bila Anda memimpikan produk dispencer dengan watt kecil tetapi sanggup memanaskan air dalam waktu cepat tentu harus jeli dalam memilih produk dispenser. Oleh karena itu lakukan survey terlebih dahulu dengan mempelajari spesifikasi masing-masing produk incaran Anda.

Dispenser pada rumah-rumah pada umumnya akan dibiarkan tetap menyala, tetapi  perlu diketahui bahwa elemen pemanas pada dispenser secara otomatis bisa menyala dan mati. Bila pemanas menyala selama 12 jam dalam sehari dengan daya yang digunakan antara 200 hingga 500 watt, berikut ini adalah simulasi biaya listrik yang harus Anda bayarkan tiap bulan (misalkan daya pada dispenser sebesar 350 watt).
Penggunaan listrik     = daya X 30 hari X lama pemakaian
=  350 X 30 X 12
= 126.000 Wh = 126 kWh
Biaya yang harus dibayar    = harga per kWh X penggunaan listrik
= 126 x Rp. 1.352,- Rp. 170.352,-
Beberapa tips berikut ini akan membantu Anda untuk menghemat listrik dalam penggunaan dispenser.
1.    Cabut steker bila Anda hendak berlibur atau meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama.
2.    Bila Anda benar-benar ingin berhemat sebaiknya pilih produk dispenser yang hanya menyediakan pemanas air tanpa pendingin air. Air dengan suhu normal akan lebih sehat dan bila membutuhkan air dingin Anda bisa menggunakan lemari es agar penggunaan kulkas bisa lebih efisien.
3.    Anda juga bisa memilih produk dispencer air yang tak membutuhkan listrik.

Merk dispenser yang direkomendasikan bagi Anda yang ingin menghemat listrik adalah Sanken yang juga merupakan brand yang cukup populer di tanah air. Produk ini menerapkan teknologi isolator tangki dimana dengan daya watt yang kecil akan memungkinkan pemanasan air yang lebih cepat. Selain itu dispenser ini juga bisa menghemat listrik hingga 30% serta mempertahankan kestabilan suhu air.

Produk dispenser Sanken telah mematenkan pelapis polyurethane yang dicetak dengan kerapatan tinggi dan dapat mempertahankan suhu air dengan maksimal. Nah, semoga ulasan di atas bisa menjadi rekomendasi terbaik bagi Anda.

Share this Post!

About the Author : admin

0 Comment