bakteri pada mesin cuci

Waspada Bakteri Mesin Cuci

Mesin cuci merupakan alat mesin yang dikhususkan untuk dapat membersihkan pakaian dan tekstil dalam membantu pekerjaan rumah. Mesin cuci menjadi pelengkapan yang wajib dimiliki hampir setiap rumah tangga di kota besar. Mesin cuci sangat praktis untuk membantu pekerjaan yang ada tanpa harus repot-repot mencuci secara konvensional atau tradisional. Tetapi jangan menganggap semua mesin cuci bebas dari kuman ataupun bakteri. Meskipun mesin cuci dinilai efektif ada potensi berbahaya yang timbul dalam penggunaan mesin cuci yang terus-menerus ternyata bakteri mesin cuci cukup berbahaya.

Seperti apa bakteri mesin cuci ?

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa 25 persen mesin cuci yang ada di rumah sudah terkontaminasi bakteri mesin cuci, yaitu bakteri fecal yang terbawa dari pakaian kotor dan menyebarkannya. Bakteri fecal adalah bakteri indicator pencemar bakteri pantogen. Penemuan bakteri ini menjadi indikasi adanya pencemaran. Bakteri fecal juga termasuk dalam salmonella, hepatitis A, rotavirus dan adenovirus. Dr Charles Gerba, seorang peneliti dari Unoversitas Arizona, Tuscon, menyatakan bahwa dua dari pakaian kotor membawa sepersepuluh bakteri yang setara dengan seperempat biji kacang tanah. Atas pernyataan tersebut tentu bakteri yang ada terbilang sangat banyak. Meskipun menggunakan deterjen dan air bisa menghilangkan bau, kuman dan bakteri. Namun masihkah terpikir bahwa ada bakteri atau kuman yang tertingal? Iya, masih ada bakteri dan kuman yang tertinggal dalam proses tersebut. Siklus mesin cuci yang jauh lebih pendek antara 20 dan 28 menit daripada mesin cuci yang ada dulu lebih cenderung masih menyisakan kotoran.

Bakteri mesin cuci bahan mengandung jumlah mikroba yang beresiko menimbulkan infeksi yang berhubungan dengan pencucian mesin , rata-rata sekitar 10.000 organisme dari sepasang celana yang kotor dan akan dicuci. Kontaminasi silang juga mempunyai kemunkinan besar untuk terjadi pada prosedur ini.

“Jika anda memasukkan pakaian atau sesuatu yang sarat akan bakteri ke dalam mesin cuci, itu hanya akan membuat kumpulan bakteri lainnya. Saya sangat prihatin bakteri dari pakaian kotor bisa menular lap dapur yang kemudian digunakan untuk membersihkan piring,” kata Dr. Ackerley seorang ahli kesehatan yang menyatakan bahwa tingkat bakteri mesin cuci ditemukan ahli mikrobiologi di mesin cuci, seharusnya dibersihkan saat sedang dicuci.

HAMBATAN MESIN CUCI YANG MENINGKATKAN JUMLAH BAKTERI MESIN CUCI

Hambatan yang meningkatkan jumlah bakteri mesin cuci saat sedang melakukan pencucian adalah mesin cuci yang kelebihan muatan. Hal tersebut menyebabkan mesin pakaian tetap kotor karena memperlambat aliran air dan deterjen untuk membersihkannya. Dampaknya, masih banyak mikroba yang menyebar dari mesin cuci ke pencucian setelahnya. Mesin cuci dengan suhu yang rendah juga dapat menciptakan kondisi yang lebih besar agar bakteri dapat berkembang biak terutama di tempat persembunyian mereka, seperti tempat deterjen dan ember. Memisahkan jenis-jenis pakaian saja tidak cukup untuk mengatasi berkembangnya bakteri mesin cuci ataupun pakaian.

Meningkatkan pemahaman tentang bakteri mesin cuci dan segala hal yang dapat timbul didalam mesin cuci selama proses pencucian sedang berlangsung merupakan hal yang wajib. Bagaimana bakteri tersebut dapat berkembang biak dan menular maka langkah-langkah sederhana bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah hal tersebut terjadi. Jadi pengunaan mesin cuci memang termasuk dalam solusi mengatasi pakaian yang mengandung bakteri. Namun, mesin cuci mengurangi bakteri dalam jumlah tertentu dan jenis tertentu. Sehingga kita perlu meminimalisir muatan pada mesin cuci, penggunaan detergen, air yang bersih, lingkungan yang ada disekitar mesin cuci, intensifitas penggunaan mesin cuci dan rutin membersihkannya agar terhindar dari bakteri mesin cuci. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Share this Post!

About the Author : admin

0 Comment